wudhu

Pembatal-Pembatal Wudhu’

Posted on Updated on

Berikut adalah beberapa pembatal wudhu berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Pembatal pertama: Kencing, buang air besar, dan kentut

Dalil bahwa kencing dan buang air besar merupakan pembatal wudhu dapat dilihat pada firman Allah Ta’ala,

أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ

Atau kembali dari tempat buang air (kakus).[1] Yang dimaksud dengan al ghoith dalam ayat ini secara bahasa bermakna tanah yang rendah yang luas.[2] Al ghoith juga adalah kata kiasan (majaz) untuk tempat buang air (kakus) dan lebih sering digunakan untuk makna majaz ini.[3]

Para ulama sepakat bahwa wudhu menjadi batal jika keluar kencing dan buang air besar dari jalan depan atau pun belakang.[4] Baca entri selengkapnya »

Panduan Wudhu Untuk Muslimah [Dilengkapi Ilustrasi Gambar]

Posted on Updated on

wudhu muslimah

Percikan-percikan air itu membasahi poni-poni yang menyembul keluar dari jilbab yang telah kulonggarkan sedikit karena berada di tempat umum. Setelah mengambil sedikit air dari pancuran mushola di lantai basement mall besar itu, aku mulai membasahi kedua telingaku. Baru kemudian kubasahi kedua kakiku, kanan kiri… kanan kiri sampai tiga kali. Seperti itulah wudhu yang kukerjakan sampai sekitar empat tahun yang lalu. Rasanya sedih menjadi orang yang menyedihkan. Hanya dari tiga gerakan wudhu yang kusebutkan, tetapi aku telah pula melakukan lebih dari tiga kesalahan.

Pertama, ternyata tidak ada gerakan wudhu hanya sekedar membasahi ujung rambut seperti yang kulakukan. Kedua, gerakan membasuh rambut dan telinga dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan satu kali pengambilan air. Ketiga, gerakan pengulangan tiga kali dilakukan per anggota tubuh, bukan bergantian kanan kiri seperti itu. Keempat aku membiarkan anggota tubuhku (bagian kaki) terbuka di depan umum begitu saja. Kelima, jikapun aku menginginkan jilbabku tetap terpakai agar tidak terlihat aurat rambutku, maka ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun juga telah memberitahukan caranya. Baca entri selengkapnya »

Al-Imam Al-Bukhari Membolehkan Ikhtilath, Benarkah?

Posted on Updated on

Ada sebagian orang yang membolehkan ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram) berdalih dengan hadits shahih . Di antaranya:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كَانَ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ يَتَوَضَّئُونَ فِى زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – جَمِيعًا

Abdullah bin Yusuf bercerita kepada kami, “Malik menceritakan kepada kami, dari Nafi’ dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwa dia berkata: “Sesungguhnya dulu pada zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, laki-laki dan perempuan berwudhu’ secara bersama-sama.” (HR. Al-Bukhari)

Bagaimana kalian -wahai orang-orang yang mengaku ahlus sunnah- melarang manusia untuk ikhtilath? Sedangkan Al-Imam Al-Bukhari sendiri meriwayatkan hadits yang membolehkan hal tersebut?! Baca entri selengkapnya »

Kadar Mengusap Kepala Ketika Berwudhu’

Posted on Updated on

Wudhu'
Wudhu'

Kewajiban mengusap kepala merupakan kesepakatan (ijma’) ulama berdasarkan firman Allah ta’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” [QS. Al-Maaidah : 6].
Akan tetapi mereka (ulama) berbeda pendapat tentang kadar kewajiban pengusapan terhadap kepala ini. Secara garis besar dapat dikelompokkan dalam tiga macam pendapat. Baca entri selengkapnya »

Bolehkah Air Musta’mal Digunakan Untuk Bersuci?

Posted on Updated on

Pada postingan sebelumnya (Kitab Thahharah – Bab Air) pada permasalahan ke-empat dibahas tentang “Hukum beberapa air yang dibahas oleh para ulama” diantaranya adalah AIR MUSTA’MAL. Berikut ini kami ketengahkan pembahasan khusus mengenai hukum Air Musta’mal ini disertai dengan dalil dan penjelasan yang lebih lengkap. Semoga bermanfaat. [Abu Umamah]

air

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Kita telah mengetahui bersama bahwa di antara syarat sah shalat diharuskan untuk berwudhu terlebih dahulu atau bersuci secara umum. Untuk berwudhu tentu saja memerlukan air. Lalu air seperti saja yang boleh digunakan untuk berwudhu atau mandi besar? Itulah yang akan kami angkat dalam pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat Baca entri selengkapnya »

Koreksi Beberapa Kesalahan dalam Berwudhu

Posted on Updated on

PERTANYAAN

Wudhu'

Berwudhu, suatu kegiatan yang sudah akrab dengan kaum muslimin. Seorang muslim yang ingin beramal ibadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah tentunya juga ingin mengetahui kesalahan-kesalahan yang terjadi yang dilakukan orang dalam praktik berwudhu, agar dapat terhindar dari kesalahan-kesalahan tersebut. Oleh sebab itu, harap diterangkan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi! Baca entri selengkapnya »

Apakah tidur membatalkan wudhu ?

Posted on Updated on

Wudhu'
Wudhu'

]Para ulama berselisih dalam masalah ini menjadi delapan pendapat, dan yang rajih wallahu a’lam adalah pendapat yang mengatakan bahwa tidur itu membatalkan wudlu secara mutlak berdasarkan beberapa dalil:

  1. Hadits Shofwan bin ‘Assal radliyallahu ‘anhu ia berkata:
  2. كَانَ يَأْمُرُنَا إِذَا كُنَّا سَفْرًا أَوْ مُسَافِرِينَ أَنْ لاَ نَنْزِعَ خِفَافَنَا ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ إِلاَّ مِنْ جَنَابَةٍ لَكِنْ مِنْ غَائِطٍ وَبَوْلٍ وَنَوْمٍ.

    “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk tidak mencabut khuff selama tiga hari tiga malam ketika buang air besar, buang air kecil dan tidur, kecuali bila mandi janabah (harus dibuka)”. (HR At Tirmidzi, Ibnu Majah dan lainnya).[1]

    Dalam hadits ini Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyamakan tidur dengan buang air besar dan kecil, dan hadits ini mutlak mencakup semua jenis tidur baik sebentar maupun lama, baik berat maupun ringan. Baca entri selengkapnya »

[E-book] Syarat, Rukun dan Kewajiban dalam Shalat

Posted on Updated on

Sholat
Sebagaimana ia wajib dilaksanakan, maka me-nuntut ilmu mengenai Shalat pun menjadi wajib bagi setiap Muslim. Oleh karena itulah kami berupaya menyajikan kepada para pembaca yang budiman, salah satu karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang membahas seputar syarat-syarat yang menjadikan shalat tersebut sah, rukun-rukun shalat yang apabila ditinggalkan baik karena lupa atau pun sengaja menjadi batal shalatnya, dan kewajiban-kewajiban dalam shalat yang apabila ditinggalkan karena sengaja maka membatalkan shalat, namun jika ditinggalkan karena lupa maka wajib dingantikan dengan sujud sahwi. Baca entri selengkapnya »