xmas

Tidak Terlarang Memberi Ucapan Selamat Natal, Kata Siapa???

Posted on

Tatkala membaca tulisan (termuat pada Kamis, 20 Desember 2012 | 14:47 WIB) sebagai berikut,

JAKARTA, KOMPAS.com — Cendekiawan Muslim Sholahuddin Wahid mengatakan, umat Islam sah-sah saja mengucapkan Natal kepada umat Kristiani. Pasalnya, tidak ada dasar yang melarang Muslim mengucapkan natal.

“Mengucapkan Natal adalah bentuk ungkapan saling menghormati antar pemeluk agama,” kata Gus Sholah kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Gus Sholah menambahkan, para ulama yang melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal perlu mencari alasan tepat. Kendati demikian, Gus Sholah tidak menyalahkan para ulama itu. Menurutnya, ulama memiliki dasar pendapat sendiri. Gus Sholah hanya meminta agar para ulama memikirkan dampak sosial dari ucapannya. Pasalnya, ucapan mereka berdampak luas.

“Aspek sosial tidak pernah melarang Muslim mengucapkan Natal. Saya sendiri juga mengucapkan Natal,” pungkasnya….” [http://nasional.kompas.com/read/2012/12/20/14473966/Gus.Sholah.Muslim.Boleh.Ucapkan.Natal]

Saya sangat sedih membaca ucapan di atas seraya menganggap bahwa ucapan tersebut adalah hal yang menyesatkan dan berbahaya bagi umat Islam.

Ada tiga pokok kerusakan yang memicu timbulnya ucapan rusak di atas: Baca entri selengkapnya »

Iklan

Video : Hukum Mengucapkan Selamat Natal dan Ikut dalam Perayaan Natal

Posted on

Baca entri selengkapnya »

Memahami Hakikat ‘Isa ‘Alaihissalam [Tuhan Menurut Nashrani yang Dianggap Anak Zina Oleh Yahudi]

Posted on Updated on

Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang kemudian disampaikan oleh beliau dan para Shahabat -radhiyallahu ‘anhum- kepada manusia hingga sampai kepada kita di zaman ini memberikan banyak pengetahuan kepada kita tentang hakikat agama ahlul kitab sebelum kita, Yahudi dan Nashrani.

Diantara perkara besar yang dijelaskan dengan sangat gamblang dalam Al-Qur’an adalah kisah seorang Nabi yang agung, salah seorang ulul ‘azmi diantara para Rasul, dialah Nabiyullah ‘Isa putera Maryam alaihissalam. Kaum Yahudi dan Nashrani telah berselisih tentang hakikat ‘Isa ‘alaihissalam. Yahudi mengatakan bahwa beliau adalah anak hasil zina dan mereka memeranginya dan berusaha untuk membunuhnya. Adapun Nashrani mereka menganggap bahwa ‘Isa adalah Tuhan atau anak Tuhan atau salah satu dari yang tiga (Trinitas). Baca entri selengkapnya »

Fatwa : Hukum Jual Beli Untuk Keperluan Natal

Posted on

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya punya usaha advertising. Beberapa hari yang lalu saya kedatangan konsumen dari aktifis gereja yang hendak memesan spanduk, backdroop, dan mug/souvenir dll untuk kebutuhan natal, sudah saya kasih harga, namun belum deal. Mohon saran dan masukannya tentang transaksi tersebut ditinjau dari hukum syariah. Atas responnya saya ucapkan Jazakumullah khairan, ustadz.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Andi Gunawan

Jawaban: Baca entri selengkapnya »

Hukum Menerima Makanan Natal..?

Posted on

Pertanyaan:

Bagaimana sikap kita jika tetangga kita memberikan makanan Natal pada tanggal 25 Desember? Apakah makanan tersebut kita buang, atau kita tolak, meskipun jika penolakan kita menyebabkan kesalahpahaman mereka terhadap kita? Jazaakumullah khairan.

Jawaban:

Alhamdulillah, Baca entri selengkapnya »

Perayaan Tahun Baru Itu Syi’ar Kaum Kuffar [Ketahuilah!]

Posted on Updated on

PERAYAAN TAHUN BARU ITU SYIAR KAUM KUFFÂR

Oleh : Muhammad Abū Salmâ

Tet Tet Tet”, saya mendengar bising suara anak-anak kecil meniup terompet. Bising sekali. Di pinggiran jalan, berjejer panjang para penjual terompet dengan berbagai aksesorisnya mengais rezeki. Saya teringat, ohya… beberapa hari lagi akan masuk pergantian tahun. Subhânallôh, di mana-mana masyarakat tampaknya sedang sibuk mempersiapkan perayaan tahun baru. Mulai dari spanduk, baleho, umbul-umbul, aksesoris dan lainnya. Di perempatan lampu merah, mata saya tertarik dengan sebuah spanduk bertuliskan, ”Muhasabah Akhir Tahun & Istighotsah” bersama ”Gus…”.

Mungkin, penyelenggara acara tersebut berfikir, daripada kaum muslimin berhura-hura pada saat pergantian akhir tahun, lebih baik membuat acara yang Islâmî sebagai alternatif daripada acara hura-hura. Tapi, apa benar bahwa perayaan Tahun baru itu merupakan syiarnya kaum kuffâr?!! Masak hanya merayakan perayaan dan peringatan seperti ini saja dikatakan syiarnya kaum kuffâr?!! Mungkin, demikian pertanyaan yang muncul dari benar para pembaca. Baca entri selengkapnya »

Fatwa Ulama: Hukum Hadiah Natal dan Tahun Baru

Posted on Updated on

Dari Muhammad bin Ibrahim
Kepada Menteri Perdagangan Saudi Arabia

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Ada yang mengabarkan bahwa sebagian pedagang di tahun yang lalu memberikan hadiah untuk perayaan natal dan tahun baru. Di antara bentuk hadiahnya adalah pohon natal. Bahkan, sebagian penduduk membeli pohon natal dan menghadiahkannya kepada orang asing yang beragama Nasrani, mereka ikut memeriahkan natalan bersama mereka di negeri ini.

Ini adalah perbuatan kemunkaran yang tidak selayaknya mereka lakukan. Kami tidak ragu bahwa mereka telah memahami tidak bolehnya hal ini serta keterangan para ulama bahwa mereka sepakat akan haramnya mengikuti orang kafir, orang musyrik, dan ahli kitab dalam memeriahkan hari raya mereka. Baca entri selengkapnya »

Download Audio | Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi

Posted on Updated on

kalender

Pada rekaman kajian yang lalu telah dibahas bahwa umat Islam mulia dengan penanggalan Hijriyah dan penanggalan Masehi dan perayaannya adalah bagian dari kebudayaan non-muslim, sehingga seorang muslim yang benar imannya tidak akan mengikuti perayaan-perayaan tersebut bahkan melewatinya dengan penuh kemuliaan sebagai seorang muslim.

Namun ketahuilah bahwa selain merupakan kebudayaan non-muslim, terlarangnya mengikuti perayaan tahun baru masehi juga disebabkan oleh beberapa pelanggaran syariat di dalamnya. Diantaranya yaitu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam melarang bergadang tanpa ada keperluan yang penting dan bermanfaat. Apalagi jika bergadang tersebut samapi membuat lalai dari shalat shubuh berjama’ah. Allah dan Rasul-Nya juga melarang perbuatan tabdzir, yaitu membuang-buang harta pada hal yang tidak bermanfaat seperti perayaan tahun baru yang biasanya diadakan acara meriah yang menghabiskan uang yang tidak sedikit. Dan pelanggaran yang lainnya. Baca entri selengkapnya »

Download Audio | Fatwa MUI Tentang Mengikuti Perayaan Natal Bersama

Posted on

Syariat Islam memperbolehkan umatnya bergaul dan bermuamalah dengan non-muslim dalam batas-batas yang masih dibolehkan dalam syariat. Namun hal ini tidak menjadi pembenaran bagi sebagian umat Islam yang ikut serta dalam acara-acara perayaan non-muslim, yang merupakan bentuk peribadatan mereka. Seorang muslim tidak sepatutnya mencampuradukan aqidahnya dengan aqidah non-muslim.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” [Al Kaafirun: 1-6] Simak pembahasan fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) berikut tentang larangan mengikuti perayaan Natal bersama bagi ummat muslim.

[Kajian ini adalah rekaman siaran Radio Taruna Al Qur’an Yogyakarta. Radio Taruna Al Qur’an sendiri saat ini sudah tidak mengudara lagi]

Silakan Download Pada Link Berikut: Baca entri selengkapnya »

Download E-Book | Menyikapi Hari Raya Orang Kafir

Posted on Updated on

“Apa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?”

Baca selengkapnya di e-book ini. Semoga bermanfaat. Baca entri selengkapnya »