Ziarah Rasul

Asal Muasal Kubah Hijau di Atas Makam Nabi

Posted on

Kubah Hijau di Atas Makam Nabi

Mengapa kubah di atas makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Katanya ini dilarang… Suwun…

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Para ahli sejarah menegaskan bahwa keberadaan kubah hijau di atas makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baru ada di abad ke-7 Hijriyah. Yang pertama kali membangunnya adalah Sultan Qalawun. Awalnya tidak dicat, berwarna kayu, kemudian dicat putih, kemudian cat biru dan yang terakhir berwarna hijau hingga sekarang. Baca entri selengkapnya »

Fatwa Aneh/Ganjil/Nyeleneh dari Wahhabi Tentang Ziarah Kubur

Posted on Updated on

Taqlid buta kepada madzhab menjadikan sebagian orang membabi-buta dalam kebencian mereka terhadap dakwah Ahlus-Sunnah, Salafiyyah. Akibatnya, pendapat-pendapat yang bertentangan dengan madzhab mereka dan kebetulan dipegang oleh Ibnu Taimiyyah, Muhammad bin ‘Abdil-Wahhaab, Ibnu Baaz, Al-Albaaniy, atau yang semisalnya; diklaim sebagai pendapat Wahabiy – meskipun pendapat itu masyhur di kalangan fuqahaa dan ahli hadits sebelum mereka. Lebih dari itu mereka terkadang melabelinya sebagai “Fatwa Nyeleneh Kaum Wahabi”. Padahal tidak semua Ulama Wahabi berpendapat dengan pendapat tersebut, sebagian mereka justru berpendapat sesuai dengan madzhab yang yang ditaqlidi oleh orang yang membenci Wahabi. Karena ulama wahabi -alhamdulillah- bukanlah ulama yang jumud, mereka tidak terbelenggu dengan taqlid buta dan fanatik madzhab. Mereka beragama dan berfatwa sesuai dalil yang sampai kepada mereka.

Sebagian tuduhan yang dikatakan sebagai Fatwa Nyeleneh/Sesat Kaum Wahabi -alhamdulillah- telah dijawab oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah dalam buku beliau “Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan”, silakan merujuk buku tersebut. Kemudian, diantara petanyaan/pernyataan yang dikatakan sebagai ‘fatwa aneh wahhabi’ adalah tentang Pengharaman Ziarah Kubur Bagi Wanita. “Benarkah Wahabi telah mengeluarkan fatwa aneh yang mengharamkan ziarah kubur bagi wanita ?”. Atas pertanyaan ini Al-Ustadz Abul Jauzaa’ hafizhahullah memberikan jawaban sebagai berikut : Baca entri selengkapnya »

Hadits-hadits Palsu Tentang Keutamaan Menziarahi Kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Posted on Updated on

Hadits-hadits Palsu Tentang Keutamaan Menziarahi Kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن عبد الله بن عمر، عن النبي قال: ((مَنْ حَجَّ فَزَارَ قَبْرِي بَعْدَ وَفَاتِي كَانَ كَمَنْ زَارَنِي فِي حَيَاتِي))

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Barangsiapa yang berhaji lalu menziarahi kuburanku setelah aku wafat maka dia seperti orang yang mengunjungiku sewaktu aku masih hidup”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ath-Thabarani[1], Ibnu ‘Adi[2], ad-Daraquthni[3], al-Baihaqi[4] dan al-Fakihani[5] dengan sanad mereka dari Hafsh bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud, dari al-Laits bin Abi sulaim, dari Mujahid, dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits ini adalah hadits palsu, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Hafsh bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud al-Asadi, imam Ahmad, Abu Hatim, al-Bukhari, Muslim dan an-Nasa’i berkata tentangnya: “Dia ditinggalkan riwayat haditsnya (karena sangat lemah)”[6]. Imam Yahya bin Ma’in berkata: “Dia adalah seorang pendusta”. Bahkan Ibnu Khirasy berkata: “Dia adalah pendusta, ditinggalkan (riwayat haditsnya) dan pemalsu hadits”[7]. Baca entri selengkapnya »