Skip to content

Mitos Syirik Gunung Salak

Mei 15, 2012

بسم الله الرحمن الرحيم

Mitos Syirik Gunung Salak

(Tanggapan terhadap artikel: misteri gunung Salak, burung pun bisa jatuh di atas makam Syekh)

Bukannya mengambil hikmah dari kecelakaan Sukhoi dengan bertobat dari kemaksiatan dan dosa,  seorang “pemuka” di kaki gunung salak, desa palasari, Cijeruk malah menganjurkan makam Syekh Hasan dikukuhkan sebagai tempat ziarah. “Perlu semacam ada pengukuhan makam Syekh Hasan menjadi tempat ziarah” kata Habib Mukhsin Barakbah.

Musibah Sukhoi dan Makam Syekh Hasan

Allah yang maha bijak telah menetapkan bahwa segala sesuatu ada sebabnya. Apakah berdasarkan dalil syar’i atau kauni. Al Qur’an misalnya adalah sebab syar’i bagi kesembuhan, bagitu pula madu, habbatsauda’, air zamzam, semuanya adalah sebab kesembuhan berdasarkan dalil Al Qur’an dan hadits yang shahih. Begitu pula api yang merupakan sebab kauni untuk membakar, dan seterusnya.

Tapi hubungan sebab-akibat bisa tidak berfungsi apabila Allah menghendaki. Berapa banyak obat yang diyakini sebagai sebab kesembuhan tapi tidak berfungsi pada sebagian orang, seperti api yang tidak berfungsi ketika digunakan untuk membakar nabi Ibrahim Alaihissalam.

Maka mengimani sebab-akibat tidak merusak tauhid selagi seseorang meyakini bahwa segala sesuatunya tergantung kehendak Allah.

Lalu benarkah pesawat Sukhoi yang jatuh beberapa waktu lalu ada hubungannya dengan makam Syekh Hasan, seperti yang dikatakan oleh KH Marsa Abdullah? “Di gunung Salak ada penunggunya, jadi harus ada syarat. Jangankan pesawat, dulu burung pun jatuh kalau terbang ke gunung Salak, tepat di atas makam keramat Syekh Hasan”. 

Apa yang dikatakan Marsa ini nyata bertentangan dengan Islam, jelas tidak ada kaitan sebab-akibat antara kecelakaan pesawat dengan makam Syekh Hasan, tidak ada keterangan berupa dalil syar’i maupun pembuktian ilmiyah (kauni) dalam hal ini. Bahkan pernyataannya menunjukkan kedangkalan Marsa akan syariat Islam dan ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Marsa telah menjadikan sesuatu yang bukan sebab sebagai sebab, sehingga dia pun terjatuh kepada kesyirikan.

Marsa mengatakan: “Di gunung Salak ada penunggunya…”. Ajaran yang mirip dengan keyakinan banyak orang terhadap Nyi Roro Kidul ini kembali diungkap Marsa dengan redaksi yang berbeda. Kalau Nyi Roro Kidul “penguasa laut selatan” sedangkan makam Syekh Hasan “penunggu gunung Salak”.

Padahal Allah Ta’ala berfirman:

قُل لِّمَنِ الْأَرْضُ وَمَن فِيهَا إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ | سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ  | قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ  | سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

“Katakanlah (wahai Muhammad kepada musyrikin Makkah): Milik siapakah bumi dan apa-apa yang ada padanya, apabila kalian mengetahui? Orang-orang (musyrikin) itu akan mengatakan: milik Allah. Katakan (kepada mereka): tidakkah kalian mengingat? Katakanlah (kepada mereka): siapakah yang penguasa langit yang tujuh dan penguasa ‘ary yang besar? Mereka akan menjawab: milik Allah. Katakan (kepada mereka): Tidakkah kalian bertakwa? (Qs. 23: 84-88)

Maka tidak ada penguasa semesta alam ini kecuali Allah, meski hanya sejengkal apalagi sampai segunung. Dan meyakini apa yang dikatakan Marsa dan keyakinan-keyakinan serupa merupakan kufur akbar yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam.

Lebih jauh lagi, apabila kita perhatikan ayat di atas dan ayat-ayat serupa di dalam Al Qur’an, kita dapati bahwa orang-orang jahiliyah dahulu (musyrikin Quraisy) ternyata lebih mendapat petunjuk daripada Marsa yang bergelar Kyai. Orang-orang musyrikin dahulu mengakui hanya Allah Ta’ala penguasa tunggal alam semesta, sedangkan orang-orang seperti Marsa masih meyakini ada selain Allah yang ikut menguasai, ikut menjaga atau menunggui sebagian dari bumi Allah ini?! Apa Marsa tidak membaca firman Allah Ta’ala yang mengatakan;

قُلْ مَن بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ | سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ

“Katakanlah (kepada orang-orang musyrik itu): Di tangan siapakah kerajaan segala sesuatu, sedangkan Dia melindungi dan tidak ada seorang pun bisa berlindung dari (siksa)nya, apabila kalian mengetahui? Mereka (musyrikin Quraisy) itu akan menjawab: Milik Allah. Katakan (kepada mereka): Maka bagaimana kalian bisa dipalingkan? (Qs. 23: 89)

Pak Kyai juga bilang: Jangankan pesawat, dulu burung pun jatuh kalau terbang ke gunung Salak, tepat di atas makam keramat Syekh Hasan”.

Ada dua kemungkinan disini, Marsa telah berdusta atau Allah ingin menyesatkan orang-orang seperti Marsa.

وَمَن يُرِدِ اللّهُ فِتْنَتَهُ فَلَن تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللّهِ شَيْئاً أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Barang siapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) dari pada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan didunia dan diakhirat mereka beroleh siksaan yang besar”. (QS. 5:41)

Padahal cukup bagi orang yang diberi akal sehat untuk tidak percaya bualan Marsa dan orang yang sepertinya, yaitu peristiwa yang menimpa sebuah makam dengan batu nisan bertuliskan Raden KH Moh Hasan bin R KH Bahyudin Praja Kusuma (Mbah Gunung Salak), yang berada di dekat lokasi Sukhoi naas, diberitakan telah rusak tertimpa logistik dari Super Puma.

Maka bagaimana bisa makam yang tidak dapat menolak kerusakan yang menimpa dirinya diyakini mampu menimpakan musibah dan bencana kepada orang lain?! Sungguh kecelakaan Sukhoi adalah musibah yang besar bagi keluarga yang ditinggal, tapi musibah yang keluar dari mulut Kyai Marsa dan Habib Barakbah jauh lebih besar.

(Tulisan ini saya buat di atas asumsi apa yang ditulis wartawan Tribun Jakarta edisi Pagi, Selasa 15 Mei 2012 adalah benar) – Jafar Salih.

From → Belajar Islam

7 Komentar
  1. assalamualaikum,

    izin copas somoga kita di jauhkan dr kesyirikan amin

  2. bagus jg akh,main dong le blig ana

    http://www.abdul-aziz12.blogspot.com

  3. any nurhayati permalink

    Mari bersih-bersih iman.
    Yang membuat kita jatuh dalam kesyirikan

  4. Ahlul Bid'ah Hasanah permalink

    Kalau di bumi ini tidak ada yang menguasai selain Allah, hanya Allah yang menguasai(tanpa tafsir), sebagaimana kemusyrikan percaya adanya penunggu gunung salak tanpa tafsir, besok coba kita pergi ke BRI untuk ambil uang semau kita. kalau ditanya, maka kita jawab, “ini milik Allah”.kira2 bagaimana ya????????

    Seneng ngafirke, musyrikke, marang liyane…..Kafire Dewe, Musyrike Dwe ga’ di gatekke…….

    • Subhanallah, apa yang Anda katakan adalah dua ibarat yang berbeda dengan dua hukum yang berbeda.

      Allah, Dialah Rabbul ‘Alamin, Penguasa alam semesta, Dia mengetahui segala peristiwa yang terjadi di Langit maupun di Bumi, tidak satu lembar daun pun yang jatuh melainkan Allah mengetahuinya. Hal ini diakui oleh seluruh makhluk baik yang beriman maupun yang kafir. Bahkan kaum kafir Quraisy mengakui hal ini :

      قُل لِّمَنِ الْأَرْضُ وَمَن فِيهَا إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ | سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ | قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ | سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ | قُلْ مَن بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ | سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ

      “Katakanlah (wahai Muhammad kepada musyrikin Makkah): Milik siapakah bumi dan apa-apa yang ada padanya, apabila kalian mengetahui? Orang-orang (musyrikin) itu akan mengatakan: milik Allah. Katakan (kepada mereka): tidakkah kalian mengingat? Katakanlah (kepada mereka): siapakah yang penguasa langit yang tujuh dan penguasa ‘ary yang besar? Mereka akan menjawab: milik Allah. Katakan (kepada mereka): Tidakkah kalian bertakwa? “Katakanlah (kepada orang-orang musyrik itu): Di tangan siapakah kerajaan segala sesuatu, sedangkan Dia melindungi dan tidak ada seorang pun bisa berlindung dari (siksa)nya, apabila kalian mengetahui? Mereka (musyrikin Quraisy) itu akan menjawab: Milik Allah. Katakan (kepada mereka): Maka bagaimana kalian bisa dipalingkan? (Qs. 23: 84-89)

      Maka seluruh alam semesta ini adalah milik Allah, Dialah yang Berkuasa atas seluruh alam, tidak ada siapapun yang berserikat dalam pengaturan alam semesta ini bersama Allah. Maka meyakini adanya sesuatu atau kekuatan lain yang bisa mengatur alam semesta ini dalam memberikan manfaat atau bahaya, maka ini adalah keyakinan bathil yang ditolak oleh Islam, baik secara dalil Syar’i maupun Akal.

      Sedangkan yang kedua dari ibarat yang Anda berikan adalah berkaitan dengan hak sesama makhluk yang mana Allah telah menetapkan batasan-batasannya, mana yang boleh mana yang terlarang, ini halal dan itu haram, dst. Memang benar seluruh alam semesta ini adalah milik Allah. Tapi bersamaan dengan itu Allah telah menetapkan dengan hikmahnya rizki bagit makhluk yang ada di alam ini. Dan Allah melarang mereka dari saling berbuat zhalim antar sesamanya. Mengambil harta milik orang lain termasuk kezhaliman yang telah dilarang oleh Allah,

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

      Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil [An-Nisaa’ :29]

      Silakan Anda membaca penjelasan tentang tauhid yang telah banyak dijelaskan oleh para Ulama Islam dari masa ke masa.

      Dan hanya Allah yang berkuasa memberi taufiq kepda jalan yang lurus.

  5. Orang-orang musyrikin dahulu mengakui hanya Allah Ta’ala penguasa tunggal alam semesta, sedangkan orang-orang seperti Marsa masih meyakini ada selain Allah yang ikut menguasai, ikut menjaga atau menunggui sebagian dari bumi Allah ini?!

    komentar: Saya tidak mengerti dengan kalimat penulis artikel ini…. koq bisa-bisanya dikatakan bahwa orang musyrik dahulu mengakui hanya Allah ta’ala penguasa tunggal alam semesta???? namanya aja musyrik, ya mereka meyakini ada tuhan lain… kalau meyakini hanya Allah-lah penguasa tunggal alam semesta ya mereka bukan musyrik. entah apakah ini kesalahan pengetikan atau kesalahan keyakinan.. hati-hati mas bahas tauhid!

    • Tidak ada yang salah dengan kalimat di atas. Bukan hanya orang musyrikin yang mengakui hanya Allah saja Penguasa tunggal atas alam semesta ini, Fir’aun pun mengakuinya dengan hatinya meskipun lisannya meningkari, bahkan Iblis pun mengakuinya. Pengakuan setiap makhluk bahwa Allah adalah satu-satunya Penguasa alam semesta ini adalah fitrah yang telah Allah tetapkan bagi mereka. Oleh karena itu tuntutan utama dari Tauhid adalah bukan dalam perkara ini, akan tetapi dalam pembuktian atas keyakinan ini. Jika Anda mengakui hanya Allah saja yang berkuasa atas alam semesta ini maka wajib atas Anda untuk memberikan seluruh bentuk ibadah hanya kepadaNya saja, tidak kepada yang lainnya.

      Mengenai keyakinan orang musyrikin bahwa Allah adalah penguasa tunggal alam semesta banyak disebutkan dalam Al-Qur’an, salah satunya dapa Anda baca dalam artikel di atas.

      Mengenai keyakinan Fir’aun, Allah berfirman :

      فَلَمَّا جَاءتْهُمْ آيَاتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ | وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْماً وَعُلُوّاً فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

      Maka tatkala mu’jizat-mu’jizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka: “Ini adalah sihir yang nyata”. Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. [An-Naml : 13-14]

      Fir’aun mengingkari dengan lisannya bahwa yang memberikan mu’jizat yang luar biasa kepada Musa -‘alaihissalam- adalah Allah, penguasa Alam semesta, yang telah mengutus Musa kepadanya. Akan tetapi Allah mengabarkan bahwa sebenarnya hatinya meyakini, pengingkaran yang keluar dari lisan Fir’aun itu tidak lain karena kezhaliman dan kesombongannya.

      Mengenai Iblis, Allah berfirman ;

      قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ الْعَالِينَ | قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

      Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. [Shaad : 75-76]

      Iblis mengakui bahwa Allah lah yang menciptakan dirinya, akan tetapi iblis menolak untuk menta’ati perintah Allah agar ia memuliakan Adam ‘alaihis salam.

      Jadi bukan hal yang mustahil jika ada orang yang mengakui Allah sebagai Penguasa alam semesta tapi dia masih berbuat kesyirikan kepada Allah, dengan jalan menyerahkan ibadah kepada selain Allah.

      Kemudian, perlu Anda ketahui juga bahwa yang namanya syirik itu bukan semata-mata meyakini adanya pencipta atau penguasa selain Allah. Hal ini jelas merupakan kemusyrikan bahkan kedustaan yang paling besar atas nama Allah.

      Saran saya mas, perbanyaklah belajar… renungi setiap ayat dan hadits yang Anda baca… ikhlaskan niat Anda dalam mencari dan mengamalkan kebenaran…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: